Laporan Dewan Komisaris


LAPORAN MANAJEMEN

 

Para Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang Terhormat,

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua, sehingga PT AKR Corporindo Tbk. dapat melalui tahun 2019 dengan capaian kinerja yang baik. Suatu kehormatan bagi saya mewakili Dewan Komisaris untuk menyajikan laporan pengawasan terhadap kinerja Perseroan untuk Tahun Buku 2019.

Sepanjang tahun Dewan Komisaris telah melakukan tugas pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi dengan itikad baik, bertanggung jawab dan penuh kehati-hatian demi kepentingan Perseroan. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, Dewan Komisaris melakukannya secara independen, berpedoman kepada ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan perundangan yang berlaku, serta penerapan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

PENILAIAN ATAS KINERJA DIREKSI

Kondisi ekonomi tahun 2019 menghadapi tantangan yang cukup berat. Arus perdagangan dunia mengalami perlambatan yang dipicu oleh perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Hal ini juga berdampak pada fluktuasi harga produk komoditas di pasar dunia, termasuk minyak mentah dan batu bara yang mengalami tekanan harga.

Menghadapi kondisi tersebut, Direksi telah menjalankan langkah-langkah strategis yang berfokus pada pengoptimalan keunggulan Perseroan. AKR terus memperkuat lini bisnis yang selama ini telah menjadi kekuatan utama bagi Perseroan dan terus melakukan inovasi dan diversifikasi portofolio produk sebagai langkah menciptakan sumber pendapatan yang baru. Langkah-langkah yang dijalankan Direksi tersebut juga masih sejalan dengan strategi jangka menengah dan panjang yang telah ditetapkan Perseroan.

Namun demikian, terdapat sejumlah kendala dan tantangan yang dihadapi Perseroan sepanjang tahun 2019. Turunnya permintaan terhadap produk minyak bumi dan tertekannya harga bahan kimia memberikan pengaruh terhadap pendapatan dan margin Perseroan. Selain itu, di tahun 2019 juga terdapat perubahan regulasi dalam distribusi solar bersubsidi yang berdampak pada penurunan volume distribusi BBM.

Tahun 2019, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp21.703 miliar, lebih rendah 8% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun demikian, Perseroan mencatat pertumbuhan Laba Kotor dan Laba Operasional yang sangat baik, masing-masing sebesar 22% dan 17% selama tahun 2019 dibandingkan tahun 2018, sedangkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada tahun 2019 adalah sebesar Rp717,2 miliar dengan marjin laba bersih sebesar 3,3%.

Dengan pencapaian kinerja tersebut, Dewan Komisaris menilai Direksi telah melaksanakan tugas kepengurusan Perseroan dengan baik. Dalam menilai kinerja Direksi, Dewan Komisaris melihat kinerja operasional dan finansial Perseroan sebagai aspek penilaian.

PENGAWASAN TERHADAP IMPLEMENTASI KEBIJAKAN STRATEGIS

Perseroan telah menetapkan sejumlah rencana dan kebijakan strategi sejalan dengan proses transformasi yang telah dijalankan sejak tahun 2017. Dewan Komisaris memberikan perhatian yang besar terhadap implementasi strategi yang dijalankan Direksi dan kesesuaiannya dengan rencana jangka menengah dan panjang yang dilakukan Perseroan. Selain itu, Dewan Komisaris secara khusus menugaskan Komite Audit untuk melakukan pengawasan secara menyeluruh terhadap kebijakan dan langkah-langkah strategis yang dijalankan Direksi.

Dewan Komisaris juga secara berkala melakukan review terhadap perkembangan kinerja Perseroan melalui laporan-laporan yang disampaikan Direksi. Tatkala dirasa perlu, Dewan Komisaris dapat meminta penjelasan Direksi dan melakukan pertemuan dengan Divisi terkait.

MEKANISME DAN FREKUENSI PEMBERIAN NASIHAT

Hubungan kerja Dewan Komisaris dengan Direksi telah terjalin dengan baik dengan mengedepankan prinsip saling mengormati wewenang masing-masing pihak. Dewan Komisaris secara rutin mengadakan pertemuan dengan Direksi untuk membahas berbagai hal terkait pengelolaan Perusahaan yang dijalankan oleh Direksi dalam forum rapat gabungan.

Dalam forum tersebut Dewan Komisaris dapat meminta penjelasan dari Direksi mengenai pencapaian kinerja Perseroan dan berbagai kendala yang dihadapi. Dewan Komisaris dapat menyampaikan pandangan dan memberikan nasihat kepada Direksi mengenai hal tersebut. Sepanjang tahun 2019, Dewan Komisaris melaksanakan 5 kali rapat gabungan dengan Direksi.

Selain forum rapat gabungan, organ Dewan Komisaris, yaitu Komite Audit dan Komite Nominasi dan Remunerasi melakukan rapat dengan mengundang Divisi terkait untuk membahas bidang-bidang yang menjadi tanggung jawab masing-masing Komite.

PANDANGAN ATAS PROSPEK USAHA YANG DISUSUN DIREKSI

Tahun 2020 menjadi tahun yang sangat menantang bagi Perseroan. Direksi telah menyampaikan prospek bisnis beserta target-target yang hendak dicapai Perseroan. Namun, dalam perkembangannya, Indonesia dan hampir seluruh negara didunia diserang oleh pandemi Covid 19. Kondisi ini membuat berbagai prediksi ekonomi dan bisnis mengalami perubahan yang sangat besar.

Dewan Komisaris menilai, dalam kondisi ini, selain tetap fokus dalam mengejar target pertumbuhan, Perseroan harus meningkatkan aspek manajemen risiko. Dewan Komisaris merekomendasikan pemantauan ketat terhadap faktor ekonomi makro, harga komoditas, siklus modal kerja, risiko Piutang Dagang dan sistem likuiditas Perseroan.

Dewan Komisaris akan mendorong Direksi untuk meningkatkan penjualan lahan industri dan pengembangan infrastruktur di JIIPE. Dewan Komisaris memandang bahwa JIIPE memiliki peluang untuk menjadi kawasan industri yang besar karena telah didukung oleh berbagai fasilitas untuk mendukung kegiatan bisnis para penyewa. Berdasarkan hal tersebut, Dewan Komisaris meminta Direksi untuk lebih aktif dalam mendekati investor potensial untuk berinvestasi di JIIPE. Skema kemitraan strategis BP-AKR baik dalam bisnis BBM non-subsidi dan bahan bakar untuk penerbangan saat ini telah memiliki pijakan yang kuat dan harus mulai berkontribusi secara material di tahun 2020 dan tahun-tahun mendatang.

PENILAIAN KINERJA KOMITE DI BAWAH DEWAN KOMISARIS

Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Audit dan Komite Nominasi dan Remunerasi. Dewan Komisaris memberikan penilaian terhadap kinerja komite-komite tersebut baik secara individual maupun bersama-sama sebagai landasan untuk menetapkan perpanjangan atau pemberhentian anggota komite.

Beberapa aspek yang menjadi landasan bagi Dewan Komisaris dalam memberikan penilaian antara lain: tingkat kehadiran dan keaktifan dalam rapat, serta laporan yang diberikan kepada Dewan Komisaris yang menjadi bahan pertimbangan bagi Dewan Komisaris dalam menjalankan fungsi pengawasan.

Sepanjang tahun 2019, Dewan Komisaris menilai bahwa kedua komite tersebut telah bekerja secara efektif dan berkontribusi dalam memberikan rekomendasi serta mendukung Dewan Komisaris untuk memberikan arahan kepada Direksi.

Komite Audit telah melakukan fungsi pengawasan terhadap efektivitas sistem pengendalian internal dan manajemen risiko,serta melakukaan koordinasi dengan auditor independen terkait audit kinerja Perseroan. Sedangkan Komite Nominasi dan Remunerasi telah membantu pelaksanaan fungsi dan tugas Dewan Komisaris terkait dengan Nominasi dan Remunerasi anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris, termasuk merekomendasikan anggota Dewan Komisaris yang baru.

Atas seluruh kerja dan rekomendasi yang telah dilakukan oleh kedua komite, Dewan Komisaris menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih sebesar-besarnya.

PANDANGAN DAN PERAN DEWAN KOMISARIS DALAM PENERAPAN WHISTLEBLOWING SYSTEM(WBS)

Perseroan telah memiliki sistem pelaporan pelanggaran(whistleblowing system/WBS) sebagai salah satu langkah pencegahan terjadi fraud di lingkungan Perseroan. Dewan Komisaris mengapresiasi dan mendukung pengembangan pengelolaan WBS yang dilakukan oleh Perseroan dalam mendeteksi fraud yang dilakukan oleh pihak internal maupun eksternal Perseroan.

Melalui Komite Audit, Dewan Komisaris memantau penerapan whistleblowing system di Perseroan. Dewan Komisaris memiliki komitmen untuk menjadi pengawas dalam pelaksanaannya. Dewan Komisaris mendukung operasionalisasi WBS kendati mencatat perlunya dilakukan evaluasi terhadap sistem tersebut untuk memastikan efektifitas dalam mencapai tujuan yang diharapkan.

PERUBAHAN KOMPOSISI DEWAN KOMISARIS

Tahun 2019, komposisi Dewan Komisaris Perseroan mengalami perubahan. Sdr. Mahendra Siregar mengajukan pengunduran diri sehubungan dengan penugasan beliau sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat. Pengunduran diri tersebut telah disahkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diselenggarakan pada 30 April 2019. Pada saat yang bersamaan, RUPS Tahunan juga telah mengangkat Sdr.Agus D.W. Martowardojo sebagai Komisaris Perseroan. Dengan demikian, komposisi Dewan Komisaris Perseroan pada 31Desember 2019 adalah sebagai berikut:

Presiden Komisaris : Soegiarto Adikoesoemo

Komisaris : Agus Dermawan Wintarto Martowardojo

Komisaris Independen : I Nyoman Mastra

APRESIASI

Kepada seluruh pemegang saham dan investor, Dewan Komisaris menghaturkan rasa terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan. Demikian pula kepada regulator dan seluruh pemangku kepentingan, Dewan Komisaris menyampaikan rasa terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan yang telah diberikan. Demikian pula kepada mitra usaha yang telah bersama-sama membangun usaha yang memberikan kontribusi bagi perekonomian Indonesia,Dewan Komisaris menyampaikan hormat.

Kepada Direksi dan karyawan, izinkan Dewan Komisaris menyampaikan rasa bangga atas kerja keras yang telah ditunjukkan di tengah situasi yang penuh tantangan ini. Semoga seluruh jalin kelindan ini mampu menjadi dasar bagi Perseroan untuk dapat tumbuh secara berkelanjutan, dan mampu terus memberikan nilai tambah kepada pemegang saham dan segenap pemangku kepentingan.

 

 

'
29
PT AKR Corporindo TBK Annual Report 2019